Setahun Digital Superbank Kantongi Laba dan 4 Juta Nasabah
Superbank, bank digital yang didukung oleh ekosistem teknologi besar di Indonesia, berhasil membuktikan daya saingnya di sektor perbankan digital.
Tepat satu tahun sejak resmi beroperasi, Superbank mengumumkan pencapaian mengesankan: laba bersih pertama serta jumlah nasabah yang tembus hingga 4 juta pengguna.
Hal ini menandai tonggak penting dalam perjalanan bank digital yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Fama tersebut.
Setahun Digital Superbank Kantongi Laba dan 4 Juta Nasabah
Salah satu faktor kunci keberhasilan Superbank adalah pendekatan kolaboratif dengan ekosistem besar, terutama melalui dukungan dari para pemegang saham strategis seperti
Emtek Group, Grab, dan Singtel. Kolaborasi ini memberikan akses ekosistem yang luas serta teknologi canggih yang mempermudah akuisisi nasabah, efisiensi operasional, dan peningkatan pelayanan digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dengan integrasi ke dalam aplikasi Grab dan penggunaan platform teknologi Emtek, Superbank mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat
khususnya pengguna aktif layanan digital yang membutuhkan akses perbankan cepat, efisien, dan minim hambatan.
Layanan Simpanan dan Kredit Digital Jadi Andalan
Salah satu inovasi utama Superbank yang mendapat respons positif adalah produk tabungan dan pinjaman digital.
Tanpa biaya administrasi dan tanpa saldo minimum, Super Tabungan menarik minat nasabah baru dari kalangan milenial dan masyarakat produktif. Tak hanya itu, fitur bunga harian dan pencairan instan juga mendorong loyalitas nasabah.
Di sisi kredit, Superbank menyasar sektor UMKM dan pekerja informal yang kerap sulit menjangkau layanan kredit bank konvensional.
Proses pinjaman berbasis skor kredit alternatif yang dipadukan dengan data transaksi digital membuat proses persetujuan lebih cepat dan inklusif.
Profitabilitas Tercapai Lewat Efisiensi Digital
Pencapaian laba di tahun pertama menunjukkan model bisnis digital Superbank mampu memberikan hasil nyata. Dengan mengandalkan platform teknologi sepenuhnya digital dan tanpa kantor cabang fisik yang besar
Superbank menekan biaya operasional hingga ke level minimum.
Selain itu, penggunaan teknologi big data dan machine learning dalam pengelolaan risiko serta penawaran produk yang dipersonalisasi turut mendukung efisiensi.
Laporan keuangan terbaru menunjukkan rasio efisiensi operasional Superbank termasuk yang terbaik di kategori bank digital nasional.
Target Ambisius untuk Tahun Kedua
Dengan pencapaian positif ini, manajemen Superbank menyatakan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan layanan, termasuk memperkenalkan produk investasi digital, asuransi mikro, dan dompet digital berbasis rekening Superbank.
Tahun 2026 ditargetkan menjadi fase ekspansi dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan penetrasi pasar di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional.
Superbank juga tengah menjajaki kemitraan strategis baru untuk memperluas integrasi layanan lintas platform.
Regulasi dan Perlindungan Data Jadi Prioritas
Dalam ekspansi digitalnya, Superbank menegaskan kepatuhan penuh terhadap regulasi OJK dan BI, termasuk dalam aspek perlindungan data pribadi. Sistem keamanan berlapis, audit digital rutin, dan edukasi nasabah menjadi prioritas utama.
Manajemen juga membuka ruang dialog dengan regulator untuk memastikan inovasi tidak bertentangan dengan prinsip kehati-hatian perbankan.
Hal ini sejalan dengan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap industri keuangan digital yang sedang tumbuh pesat.
Penutup: Superbank Jadi Contoh Sukses Bank Digital Lokal
Pencapaian Superbank dalam satu tahun terakhir menjadi cerminan potensi besar bank digital di Indonesia Dengan model bisnis yang agile
teknologi modern, dan pendekatan kolaboratif, Superbank mampu menjangkau masyarakat luas dan sekaligus membuktikan kelayakan ekonomi model digital banking.
Baca juga:Bos Qualcomm Bocorkan HP Pertama yang Pertama Pakai Chip Snapdragon 8 Elite Baru